Tampilkan postingan dengan label cerita pendek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita pendek. Tampilkan semua postingan

Selembar Cerpen Yang Tertinggal

Posted by Global Com Selasa, 22 Oktober 2013 0 komentar

"Selembar Cerpen Aji Yang Tertinggal"


Empat hari yang lalu keponakanku Si Aji datang ke rumah dengan maksud numpang nge-print selembar cerpen yang katanya tugas dari sekolah untuk mengikuti Lomba Menulis Cerpen Untuk SD yang diselenggarakan oleh Diknas Surabaya.
Singkat Cerita, malam itu juga segera ku cetak cerpen hasil buatan si Aji (meski beberapa bagian harus di edit supaya lebih enak dibaca, he he he...)
Dan keesokan harinya ketika kulihat Si Aji maen ke rumah (emang udah kebiasaannya main game online di kamar atas kalau Ibu atau Ayahnya gak ngasih duit), segera kutanyakan tentang cerpen kemarin malam.
"Gimana Aji, cerpen kemarin malam. Apa sudah kamu kumpulkan ke Gurumu?", tanyaku sekedar ingin tahu.
"Walah Om, ditolak Guruku. Soalnya waktunya udah lewat.", jawab Aji sekenanya.
"Wakakakakak, makanya kalau dapat tugas/PR dari Guru segera dikerjakan...jangan ditunda-tunda. Kalau begini, siapa yang salah coba?", nasehatku dengan penuh keseriusan.
Eh, yang diajak bicara...malah gak jawab apa2. Si Aji malah langsung naek ke atas dan tidak berapa lama sudah mulai terdengar suara komputer dinyalakan dan "Elsword" game kesukaannya terdengar mulai dimainkan.
Parah bener nie, punya keponakan kayak yang satu ini...batinku. Dan sejurus kemudian aku teringat dengan file cerpen si Aji yang masih kusimpan di harddisk PC.

Berikut Selembar Cerpen Yang Tertinggal Karangan Si Aji...

"Maafkan Aku, Ibu"

     Sore ini aku sedang asyik nonton televisi , acaranya asyik banget…film kartun Mr. Bean salah satu film kartun kesukaanku.
Tiba-tiba terdengar pintu depan digedor dengan keras, “Brak,..brak” tidak lama kemudian terdengar suara ibuku memanggilku dengan keras, “Aji, bukakan pintu!”
Akupun bergegas segera membukakan pintu, dan kulihat ibuku berjalan tertatih-tatih, agak sempoyongan terlihat mukanya agak lebam (bengkak), sambil meringis menahan sakit Ibu menuntun motor Mio nya yang sedikit ringsek.
“Kenapa Bu?”, tanyaku penuh keheranan sambil memegang tangan Ibu.
“Ibu tadi jatuh di jalan, sempat pingsan juga tadi. Untung tadi ditolong orang”, kata Ibuku sambil duduk bersandar di kursi.
Aku merasa kasihan sekali melihat kondisi Ibuku saat ini.
Diam-diam air mataku menetes merasa sedih.

     Ibuku hanyalah seorang ibu biasa, seperti kebanyakan orang tua pada umumnya, penuh cinta kasih dan perhatian kepada anak-anaknya.
Yang membuat aku merasa takjub dan bangga hanyalah sifat dan karakter Ibuku yang ulet dan tidak menyerah pada keadaan bagaimanapun sulitnya.
Ibuku hanya bekerja sebagai seorang guru PNS di sebuah SMK Negeri di kota ini.
Meski ayahku bekerja sebagai satpam di sebuah Bank cukup ternama, bukan berarti Kami hidup secara berlebihan, justeru Kami lebih banyak berhemat untuk mencukupi segala kebutuhan pendidikan dan kebutuhan sehari-hari sekeluarga.
Bahkan untuk menambah penghasilan Ibuku dibantu oleh kakak sulungku berjualan dan melayani pesanan kue kering via online di internet. 
Meski Ibuku dikenal di kampung sebagai pembuat kue kering, Ibuku lebih mengutamakan profesinya sebagai seorang guru. Ibuku sering bilang, boleh punya ketrampilan segudang tapi mengajar tetap paling utama.
Ibuku memang orangnya tak kenal lelah, padahal berangkat kerja jam 6 pagi sampai rumah jam 7 malam, masih sempat juga memasak dan membersihkan rumah.
Mungkin Ibuku terlalu sayang kepadaku sehingga tak pernah menyuruhku mencuci pakaian atau sekedar menyapu lantai rumah. Ibuku hanya marah kalau aku tak mengerjakan PR yang diberikan oleh guruku.
Ibuku tak pernah memarahi kebiasaanku main game online di warnet langgananku meski kadang aku sering lupa waktu. Ibu hanya marah kalau aku tak segera pulang pada waktunya.
Ibuku tak pernah memarahi aku meskipun aku terlambat bangun tidur, tapi Ibuku selalu memasang alarm di Handphone sehingga mau tidak mau aku bangun juga tepat sesuai harapan Ibuku.
Ibuku tak pernah memarahi aku meski aku selalu menghabiskan uang jajanku, tapi kalau aku udah kelewatan boros biasanya Ibuku tidak memberi uang jajan serupiahpun pada esok harinya.
Sehingga mau tidak mau aku minta uang ke nenek atau om yang rumahnya tidak jauh dari rumahku.
Ibuku juga tak pernah marah walaupun aku main ke rumah temanku yang jauh, tapi secara diam-diam Ibuku selalu menyuruh Kakakku atau Omku untuk mencari tahu di mana aku bermain.

     “Aji..kok ngelamun?”, tiba=tiba Ibuku menepuk bahuku membuat aku kaget.
“Tidak apa-apa kok Bu”, jawabku sambil menyeka air mataku yang menetes membasahi pipi.
“Lho anak Ibu kok nangis? Anak Lelaki tidak boleh cengeng”, Ibuku tersenyum sambil memandang wajahku.
“Maafin Aji ya Bu, selama ini Aji merasa menyia-nyiakan segala kebaikan Ibu. Ibu tidak pernah marah sama Aji, walaupun Aji sering tidak menurut kepada Ibu.”
“Melihat kondisi Ibu seperti saat ini Aji ikut sedih. Kalau saja Aji selalu nurut sama Ibu, mungkin Ibu gak akan pulang terburu-buru sehingga tidak jatuh di jalan tadi.Maafin Aji ya, Bu?”, sahutku lirih sambil memeluk Ibu.
“Sudahlah, memang tadi salah Ibu karena pulang terburu-buru, Ibu hanya khawatir kamu tidak ikut les ngaji seperti minggu kemarin. Makanya Ibu ingin langsung cepat pulang buat mengingatkan kamu,” bisik Ibu sambil mengelus rambutku dengan penuh rasa sayang.
“Bu, Aji boleh tanya gak, Kenapa sih Ibu tak pernah memarahi Aji seperti orang tua teman-temanku. Mereka sampai heran karena aku tak pernah dimarahi sama Ibu?”, tanyaku penuh keheranan.

     Kulihat dahi Ibu agak mengernyit dan matanya menerawang jauh ke depan. Menghela napas sesaat kemudian berkata, “Masa kecil Ibu tidaklah seberuntung seperti Kamu sekarang. Kamu bisa bebas bermain dan dapat uang jajan tiap hari.”
“Ibu dibesarkan dalam lingkungan keluarga sederhana atau boleh dibilang hidup serba pas-pasan. Jangankan untuk beli jajan, untuk makanpun Kami sekeluarga harus berhemat supaya uang gaji pensiun veteran Kakek bisa cukup sampai akhir bulan.
Ibu dulu tidak pernah bermain sebebas Kamu, karena Ibu harus menjaga adik-adik Ibu..sepulang sekolah Ibu harus membantu mencuci pakaian dan mengerjakan pekerjaan rumah.
Bahkan sampai melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, Ibu harus nyambi bekerja supaya bisa mendapatkan uang untuk keperluan kuliah. Mulai mengajar les privat sampai menjadi sales peralatan rumah tangga dari pintu ke pintu dan dari rumah ke rumah, Ibu jalani tanpa pernah mengeluh.”
“Itulah makanya Ibu tidak pernah memarahi Aji, walaupun Aji tidak selalu menuruti kata-kata Ibu. Tapi diam-diam Ibu selalu menyuruh kakakmu, Tante dan Om supaya ikut mengawasi Kamu.
Aji, Kamu harus lebih banyak bersyukur ya, karena lebih bernasib baik daripada masa kecil Ibu.” Kata Ibuku sambil mengelus rambutku.

     Aku merasa terharu mendengar cerita Ibu, dan merasa begitu bodohnya diriku telah menyia-nyiakan kepercayaan Ibuku selama ini.
Aku merasa begitu bodohnya berani sama kakakku yang sering ngomel  kalau aku pulang terlalu malam.
Aku merasa sudah terlalu banyak menghambur-hamburkan uang hanya untuk menuruti kesukaanku bermain game online di warnet.
Aku merasa begitu besarnya pengorbanan Ibu kepada diriku, pengorbanan batinnya melihat kenakalanku selama ini.

“Ibu, Aji berjanji tidak akan mengulangi lagi. Aji akan menuruti segala apa yang diperintahkan ibu, tidak berani kepada kakak, dan selalu mengerjakan PR yang diberikan Guru, dan tidak bermalas-malasan lagi,”
"Maafkan Aku, Ibu..."




Baca Selengkapnya ....

(Cerpen) Negeri Para Superman

Posted by Global Com Rabu, 26 Juni 2013 0 komentar
Negeri Para Superman

superman
Alkisah beberapa puluh tahun di masa depan...(wkwkwkwkwk, nie cerpen ...apa org lagi ngeramal??)
Terjadi perang cukup dahsyatnya antara 2 negara tetangga yang sebenarnya dipicu oleh masalah sepele nan sederhana...gara2 si negara tetangga sebut saja negara A sering geser pagar katanya....entar dulu nich, bukan pagar rumah ...tapi patok perbatasan...Pantesan. Makanya negara B mencak2..he he he.
Sebenarnya tidak hanya masalah geser pagar aja 2 negara ini berantem..tapi banyak masalah laen yang sebenarnya juga masalah sederhana yang sebenarnya bisa diselesaikan dengan kepala dingin...(emang kompres pake es batu, masbrow???).

perang
Perang rupanya sudah terjadi selama bertahun2, sudah banyak menimbulkan kerugian materi dan non materi bagi kedua belah pihak. Banyak korban tewas, luka/cacat dan menimbulkan luka hati mendalam bagi kedua negara ini.
Negeri A secara sumber daya teknologi dan keuangan menang dalam banyak hal dibanding Negeri B.
Meski jumlah tentara dan penduduk sipil Negeri A hanya separuh dari Negeri B, secara teknologi dan persenjataan, posisi Negeri A di atas angin.
Dengan menggunakan segala taktik dan dukungan persenjataan nan mutakhir Negeri A dalam hitungan jam dan menit bisa membunuh puluhan bahkan ratusan prajurit Negeri B yang berusaha menyerbu wilayah Negeri A.

TApi ada satu hal yang bikin Negeri A lama2 bete, pusing plus galau??Apa pasal???
tiap kali Negeri A menghalau dan menghancurleburkan serangan prajurit dari Negeri B, besoknya datang serangan lagi seakan tiada habisnya...sampai2 amunisi artileri dan rudal Negeri A hampir habis.

Akhirnya Negeri A menugaskan intelijennya menyusup ke Negeri B yang sebenarnya juga hampir luluh lantak karena perang. Si Intel pun mencari informasi, menemui informannya salah seorang penduduk sipil Negeri B.
Terjadilah percakapan fiktif di antara keduanya :
Intel : "Kenapa sih, Negeri  kamu tak juga menyerah menghadapi kami?? padahal negerimu gak seberapa   makmur dibanding negeriku, teknologi dan persenjataan juga kalah jauh dibanding negeriku"
Informan : "Gak kebalik? Justeru Negeri Kami sebenarnya lebih makmur karena sumber daya alam lebih banyak..tapi karena kelakuan oknum pejabat yang sering korupsi sehingga keliatannya kami melarat.
Emang sich, secara teknologi dan persenjataan kami kalah jauh dibanding negeri anda, tapi secara jumlah dan semangat tempur...kami tiada habisnya.
Intel : "Oh gitu ya...ckckck.."
Informan : "Anda gak perlu pergi ke bioskop bwt liat film Superman, anda sudah datang ke sini dan lihat begitu kuatnya kami. Kamilah Superman nyata yang tak bisa anda bayangkan seperti film Holywood.
Intel : (Membayangkan sosok Superman yang biasa dilihatnya di film)

superman
 Informan : "Bagi kami, perang ini hanya masalah kecil. Negeri ini hanya meminta pengorbanan kami, padahal anda tahu??? Tiap hari sebenarnya kami juga berkorban...korban perasaan.
Sebenarnya banyak masalah lebih besar yang sebenarnya sudah kami lewati dengan mengorbankan perasaan kami. Korupsi yang dilakukan oknum pejabat itu sudah memakan uang kami sebagai rakyat. Kenaikan harga BBM bikin harga yang laen juga naek, belum lagi biaya pendidikan dan biaya hidup sehari2 sudah cukup memusingkan kami.
Anda heran saat rakyat Negeri kami menyerang Negeri anda??? Begitu ganasnya bukan?? Jangan heran, Masbrow? Mungkin bagi mereka lebih baik mati di medan laga, daripada lama2 mati kelaparan di negerinya.
Intel : "Tapi saya heran, kenapa kalian tidak juga habis-habis??Bukankah sudah banyak penduduk kalian yang tewas???Kenapa..Kenapa...(setengah menjerit plus galau rupanya)
Informan : "Gak usah heran masbrow.....perempuan-perempuan di negeri kami juga sosok SuperGirl yang hebat, mereka sudah terbiasa mencari uang sendiri di saat suaminya sibuk berperang. WAnita2 di negeri kami makhluk yang paling kuat dan makhluk paling subur secara reproduksi yang bisa anda bayangkan.
Intel : (lagi-lagi membayangkan sosok SuperGirl cantik dan kuat dalam ingatan kepalanya)

supergirl
Informan : "Aktifitas seksual kami juga tidak sedikitpun terganggu karena situasi perang. Karena kami sebelumnya sudah terbiasa dengan segala kesulitan kami sebagai rakyat di Negeri kami. Meski hidup kami harus pas-pasan karena gaji kecil (katanya UMR, tapi gak cukup juga buat biaya hidup sehari-hari), biaya sekolah tak terjangkau bwt anak kami, bahkan meski kami harus hidup ngontrak di ujung gang yang kumuh...kami sudah terbiasa. Tiap hari kami juga bercinta dengan isteri kami....Kalo yang ini jangan dibayangkan, Masbrow" (terkekeh sambil menyeringai menang)
Intel : (dasar otak mesum...masih juga sempat membayangkan orang bercinta///)

orang bercinta
Informan : "Jadi jangan heran Masbrow, Negeri Kami takkan kalah sedikitpun. Apalagi tiap hari lahir bayi-bayi kami ...anda juga bisa anggap bayi kami laksana Super Boy.
Kalo di Negeri laen, bayi bisa mati kalau kurang makanan dan susu, Tapi lihatlah bayi bayi kami, Masbrow.
Harga susu kemasan dan susu kaleng bwt bayi mahal tak terjangkau, sehingga mau tidak mau bayi kami langsung menyusu pada ibunya. Bayi kami justeru lebih sehat daripada bayi2 di Negeri anda kan??

superboy
Bayi-bayi dan anak kami adalah balita terkuat sedunia yang pernah ada. Kalau di Negeri anda, bila balita terjatuh atau sakit langsung ditangani dokter spesialis, tapi di sini kami tidak. kalo balita kami sakit karena terjatuh, kami hanya cukup datang ke tukang pijat bayi...15 menit diurut langsung beres. Besoknya anak kami sudah bermain seperti biasanya ha ha ha...
Intel : (hanya manggut-manggut)

BERSAMBUNG

Baca Selengkapnya ....

Kisah Pemuda Nyleneh Part 14 ( Cinta Pertama Kenangan Terindah )

Posted by Global Com Senin, 18 Maret 2013 0 komentar
Kisah Pemuda Nyleneh Part 14 ( Cinta Pertama Kenangan Terindah )

cinta pertama kenangan terindah
Dalam sebuah perjalanan hidup di tiap pergantian hari, bulan dan tahun, serasa sebuah lingkaran waktu bagi si Pemuda Nyleneh. Bertemu kejadian baru, orang-orang baru, konfilik, rasa senang dan berbagai macam suka duka dilewati dengan penuh kesabaran.
 Seperti kebiasaannya duduk sendiri menghabiskan malam dengan hanya ditemani segelas kopi hitam kental (diaduk 10 kali) dan sebungkus rokok Surya sambil browsing menjelajah di internet tentang berbagai macam hal, apapun dan siapapun. Layaknya sebuah ritual atau rutinitas sebelum dirinya lelah dan berangsur merebahkan tubuh menjelang subuh.

Ggggrtttttttth...gggrgrgggggrtttth..., getar hpnya cukup mengagetkan si Pemuda siang itu (maklum hp jadulnya selalu disetting ke profil getar he he e..). Gimana gk kaget lha wong enak2 nyruput kopi hitam di warkop langganannya. Diliriknya layar hp...nomer gk dikenal, sapa nie...,pikirnya.
" Hallo,.assalamu'alaikum..Mas",terdengar suara lembut cewek dari speaker hp.
"Walaikum sayang, eh salah Mbak...walaikum salam ", balas si Pemuda Nyleneh.
" Aku Jauhara, masak km lupa sich " sahut si cewek terdengar manja.
" Bener nie ini kamu ?? Jauhara..gimana kbrnya?" balas si Pemuda penuh semangat.
"Alhamdulillah baek kok Mas, ini nomer hpku ya mas..km save ya "
"Oh ya, Jauhara..nanti km telpon lagi ya,soalnya aku lagi ketemuan ama user nie", jawab si pemuda Nyleneh.
" Ok, see you...",tutup si cewek.

Si Pemuda mengelus layar handphone nya, berbagai macam perasaan berkecamuk di hatinya. Kaget campur heran plus bingung naek ke ubun2 nya. " Mimpi apa ya aku semalam??",batinnya.
Menuliskan huruf Jauhara di memori external Handphone nya serasa bikin tangannya bergetar dan membuat fikirannya menerawang jauh ke masa silam tujuh belas tahun lalu.

Yach...Jauhara ,cewek yang barusan nelponnya...itu wanita pertama yang cukup membekas di hatinya. Terlalu banyak kenangan pahit dan manis yang dilewati berdua bersama Jauhara.
Mungkin Jauhara bukanlah wanita pertama yang membuat diri si Pemuda Nyleneh terkagum2...tapi dia adalah wanita pertama yang mampu menerima hati si Pemuda apa adanya. 


Cantik, putih, mata coklat, wajah Arab punya, plus bohay he he he...emang itu tipe cewek idola si pemuda Nyleneh. Dan hal yg tak mungkin lekang dari ingatan si Pemuda adalah karakter Jauhara.
Inner Beauty nya cukup membuat si Pemuda luluh. 
Jauhara...Jauhara...dan Jauhara...itulah cinta pertama si Pemuda yang selalu tersimpan di hatinya.
Setahun pacaran ama Jauhara, serasa rel kereta api milik mereka berdua


 Bertemu setiap hari dalam setahun kala itu, tidak membuat keduanya jenuh. Apalagi Jauhara dan si Pemuda Nyleneh suka travelling ke beberapa tempat yang romantis di pantai atau di daerah pegunungan yang sejuk.
Tersenyum si Pemuda membayangkan indahnya berdua bersama Jauhara kala itu.







Hari sudah beranjak sore ketika handphone si pemuda bergetar lagi, dan dilirik layar hpnya. Oh ternyata Jauhara nelpon lagi.
" Hallo, Assalamu'alaikum",terdengar suara Jauhara dari seberang.
"Walaikum Salam , gimana kabar suamimu skrg??",jawab si Pemuda setengah bertanya.
"Suamiku udah pergi jauh Mass,...meninggal 6 bulan lalu.",balas Jauhara sedih.
"Maaf,aku gk tau.Ok.nanti gampanglah.Kamu bisa cerita cerita klo kita ktemu.",si pemuda tau situasi kayaknya.
"Emang masih mau ktemu ama aku Mas??,",tanya Jauhara.
"Mau dunk, aku juga sebenarnya kangen ma kamu..sebatas teman tentunya, ..Kamu kan tahu statusku sekarang?" ,jawab si Pemuda bersemangat.
Dan beberapa pembicaraan off record pun terjadi, dan mereka berdua memastikan ktemuan di suatu tempat beberapa hari kemudian.

4 hari kemudian mereka janjian bertemu di stasiun Gubeng Baru. Rupanya Jauhara udah menyiapkan mobil buat jemput si Pemuda Nyleneh (beruntung kali rupanya badrun satu ini, ktemuan cewek cakep dijemput pula he he..).
"Mau kemana kita Mas??",tanya Jauhara.
"Gak keberatan kan, klo kita berdua ke tempat lama yang dulu sering kita kunjungi ?",jawab si Pemuda.
Jauhara hanya mengangguk sepertinya udah tau maksud si Pemuda, tersenyum dan segera mengarahkan mobil  ke arah timur sesuai permintaan si Pemuda Nyleneh.

Setengah jam kemudian sampailah mereka berdua ke tempat biasa dulu sering bertemu 17 tahun lalu. Jauhara menghentikan mobilnya tepat di seberang Klenteng.
"Mas, kita santai di sini dulu ya ", kata Jauhara buka percakapan.
"Ok.ehm..lanjutin cerita kamu tentang suamimu ",pinta si Pemuda Nyleneh.
"Dia meninggal 6 bulan kemarin karena sakit Mas, tapi dia sampai saat terakhir nya...dia baek sekali ama aku, seperti yang Mas lihat. Aku gak kurang satu apapun, rumah, mobil, uang semuanya dia cukupin. hanya satu yang aku rasa kurang. Semenjak dia meninggal, aku seperti anak ayam yang kehilangan induknya. Bingung Mas harus ngapain.Meski aku sendiri dah bekerja dan usahaku cukup mapan, kadang pas lagi sendiri..rasanya gimana gitu.", jelas Jauhara.
"Gimana maksudnya, kan enak kamu udah mapan.Punya rumah,mobil, anak, usahamu juga tambah maju. apalagi yang kurang.disyukuri aja ya. Masih banyak janda lain yang hidupnya serba kekurangan, masih mikir beli susu anaknya. Mungkin yang kamu rasa kurang ....sudah gk ada pasangan gitu kan", hibur si Pemuda.
"Betul Mas", jawab Jauhara sambil terus memandang si Pemuda Nyleneh.
"Ah, gampang, cari suami lagi yang ganteng seperti idola kamu, suami yang mapan, rajin sholat, dan gak neko2. nanti takkasih referensi beberapa website/forum buat single parent seperti kamu", hibur si Pemuda.
"Tapi sulit juga Mas, malah banyak brondong yang naksir aku...bahkan duda2 mesum yang banyak bertebaran di dumay ha ha ha...," melas Jauhara.
"Lha kamu pengennya nyari suami yang wajahnya kayak gimana", tanya si Pemuda sambil membetulkan posisi duduknya.
"Ehm..ehm..pengennya sich wajahnya mirip ama Mas, ...Mas kan dulu tipe cowok idolaku pas masih SMA.Ganteng, kulit bersih, Cool dech pas masih muda dulu he he he..", kelakar Jauhara.
Tersenyum si Pemuda mendengar kelakar Jauhara, mengingat dia adalah cinta pertamanya yang sampai sekarang masih membekas di hatinya.
" Kalau istilah anak jaman sekarang...aku tuch lagi galau Mas,...kayak ada sesuatu yang kurang. Aku tiba2 inget Mas pas kemarin lewat depan rumah Santi. Dia yang ngasih no HP Mas ke aku. Jadi aku langsung nelpon kamu.", kata Jauhara sambil beringsut mendekati si Pemuda.
"oh gitu ya," si Pemuda pura2 tidak tahu sambil tangannya menyentuh jemari Jauhara.
" Mas masih kangen ama aku,gak??tanya Jauhara sambil balas meremas tangan si Pemuda.

Terdiam si pemuda sambil melihat sepasang muda mudi bermesraan di bawah pohon.
Dipegangnya tangan Jauhara sambil bergetar seakan tak kuasa menahan rasa rindu yg sebenarnya udah tak tertahankan selama belasan tahun, diremasnya tangan Jauhara dan mencium kedua tangannya.
Menghela napas dan berkata, "Kamu tahu, kamulah cinta pertamaku...wanita pertama yang menghiasi hidupku 17 tahun lalu..membangkitkan semangatku di saat ku lelah....mengajariku aku banyak hal tentang kesabaran tentang cinta dan segala hal yang tak kumengerti. Selama ini aku ingin bertemu kamu, pujaan hatiku.Tapi pada saat kamu putuskan nikah dengan almarhum suamimu, aku mengerti...makanya aku tak pernah menghubungi kamu lagi, meski aku tahu kamu juga masih menccintaiku,", jelas si pemuda sambil tak hentinya menciumi kedua belah tangan Jauhara.
"Kenapa kamu dulu meninggalkan aku Mas, di saat besarnya harapanku untuk hidup bersama denganmu, kenapa dulu engkau tiba2 memutuskan aku sebagai pacarmu..tiba2 menghilang dengan hanya meninggalkan satu pesan untukku..Kenapa Mas?? Bukankah kamu dulu sangat cinta kepadaku?, tanya Jauhara penuh harap.
si Pemuda meneteskan air matanya sambil mengelus rambut Jauhara, " Bukannya tanpa sebab,aku meninggalkanmu Jauhara, tapi ada alasan lain yang bikin aku harus menjauhi Kamu",jawab si Pemuda.
"Apa Mas??",tanya Jauhara.
"Aku mungkin bisa menjadi pacar terbaik kamu, bisa membuat senang, bisa menghibur sedihmu.Tapi aku takut tidak bisa membahagiakan kamu sebagai isteriku nantinya. Secara ekonomi, aku dulu masih belum mampu untuk melanjutkan hubungan kita ke arah yg lebih serius. Tapi aku yakin kamu nantinya akan menemukan pria yang lebih baek dariku. Mampu membina, mengarahkan kamu, dan mampu mencukupi kamu. Dulu aku pernah bermimpi ada ular besar yang menggigit kamu, dan aku tahu itulah jodoh kamu akan datang, dan sudah seharusnya aku menjauhi kamu supaya pria yang berusaha mendekatimu tidak akan mundur begitu tahu kamu sudah punya pacar. Bukannya aku tak memperjuangkan cinta, tapi aku lebih berpikir realistis..ada lelaki lain yang sebenarnya sudah siap untuk meminang kamu...bukan si H supir brengsek itu, tapi dia si A almarhum suamimu.", jawab si pemuda sambil merengkuh pinggang Jauhara.
" Sekarang sudah terbukti kan,..apa yang kulakukan dulu untuk menjauhi kamu adalah langkah tepat untuk masa depan kamu lebih baik. Kalau Kamu tanya padaku apakah aku masih mencintaimu?Tentu aku jawab IYA, sampai detik ini aku masih mencintai dan merindukanmu.
Cinta bagiku bukan sekedar berkasih2an,saling bercumbu rayu, trus bermesraan...Lebih dari itu Jauhara...
Aku meninggalkanmu karena aku mencintaimu sepenuh hatiku, ingin melihat kamu bahagia bersama pasanganmu, bahagia bersama si A almarhum suamimu.Semenjak aku putusin kamu, sebenarnya aku masih mengintai dirimu, selalu ingin tahu kabarmu dan orang2 terdekatmu.
Aku juga tahu kok, kamupun sebenarnya masih mencintaiku, menyayangiku seperti dulu,..tapi inilah jalan takdir terbaik buat kita.mungkin Tuhan memilihkan jalan terbaik tapi kita tak pernah menyadari selama ini.
Mudah2 an Kamu paham dengan Penjelasanku...",kata si pemuda, dan mencium dalam kening si Jauhara.
"iya Mas, aku mengerti kok.Kamu lelaki terbaik dalam hidupku, aku tak menyangka kamu berkorban hati untuk melihat aku bahagia bersama almarhum suamiku,",Jauhara menangis sambil membenamkan wajahnya ke dada si Pemuda Nyleneh.



Kemudian si Pemuda memeluk tubuh Jauhara dari belakang membelai rambutnya dan memegang lengannya, sambil membisikkan, "Jauhara, aku sayang kamu, sampai kapanpun hatiku tak kan berubah...aku akan terus menemanimu sampai engkau menemukan lelaki terbaik yang bisa membahagiakan dirimu dan anakmu."

Merasa nyaman Jauhara didekap tubuhnya, dan dia membayangkan perasaan nyaman semacam inilah yang pernah dialaminya 17 tahun lalu di saat masih bersama si Pemuda Nyleneh.
Si Pemuda dalam fikiran Jauhara emang sosok keras tapi lemah lembut. meski si Pemuda bukanlah orang romantis, tapi kata2 nya di lubuk hati  begitu hangatnya mampu menentramkan hati Jauhara yg lagi galau.

Tak terasa 4jam telah berlalu. apalagi hujan mulai turun rintik2.
"Kamu sekarang gk usah kuatir lagi , aku akan bantu kamu menemukan lelaki pilihanmu..tentunya dia harus lebih baik sama seperti almarhum suamimu. Kalau kamu minta aku nemenin kamu...itu akan kulakukan, sebatas apa yang bisa kulakukan buatmu sampai akhirnya kau menemukan tambatan hatimu.
Ok, sekarang pulang, yuk  ?! ajak si Pemuda.
"Sebentar Mas,.." tiba2 Jauhara merangkul tubuh si Pemuda dan mencium bibir si Pemuda Nyleneh.

Kaget sebenarnya,karena tiba2 bibir Jauhara sudah melekat erat di bibirnya..wah..gimana nie,pikirnya.
Mungkin karena sudah menahan rindu selama belasan tahun, sehingga si Pemuda membalas ciuman bibir Jauhara.
Hangat dan bergetar..itu kesan si Pemuda saat merasakan bibir Jauhara, sama seperti dulu saat 17 tahun lalu.
5 menit berlalu, si Pemuda membiarkan saja segala hasrat Jauhara untuk melumat bibirnya malam itu, si Pemuda juga merasakan hal dan keinginan sama untuk mengulang kenangan indah mereka berdua di masa lalu.
Hujan yang turun mulai deras dan pepohonan di sekitar situ mungkin menjadi saksi bisu indahnya kenangan mereka berdua saat itu.

Mungkin banyak orang mengira dengan kejadian semacam ini kisah cinta antara si Pemuda Nyleneh dan Jauhara seperti halnya happy ending pada beberapa kisah sinetron ya.Ternyata TIDAK...dan ...TIDAK.
Kita selama ini sebenarnya hanya terperangkap pada suatu keadaan semu, di mana batas akal fikiran kita selalu mengharapkan sesuatu berjalan sesuai harapan kita.
Ada pepatah, " Berakit2 ke hulu, berenang ke tepian....bersakit sakit dahulu bersenang2 kemudian."
Sebenarnya yang terjadi.......kita tak kan pernah tahu happy ending itu seperti apa, karena sekali lagi ini bukan sinetron...ini bukan kisah drama yang memukau seperti halnya yang anda lihat di televisi atau film layar lebar....Sesungguhnya yang menentukan akhir cerita seperti apa adalah dari arah kebijakan kita selama ini dan tentunya kuasa Tuhan. Dia lah yang menentukan takdir hidup kita...dan kita hanya menjalaninya... semampu kita...

Dalam perjalanan pulang ke rumah, tak henti2 nya Si Pemuda Nyleneh menangis dalam batinnya. Sebenarnya apa yang dikatakannya kepada Jauhara...hanya untuk menghibur kesedihannya. 
Rasa sayang Pemuda Nyleneh kepada mantan pacarnya itu melebihi rasa cinta yang pernah terukir dalam lubuk hatinya.
Mungkin si Pemuda Nyleneh bisa mengambil kesempatan dalam suasana seperti itu...ibarat kata mengail di air keruh dalam rasa galau Jauhara. Si pemuda bukanlah orang semacam itu, fikirannya hanya satu...harus segera menemukan pria yang tepat buat masa depan Jauhara dan anaknya.

Tak Mungkin bagi dirinya untuk terus bertemu dengan Jauhara, sedangkan dia tahu tak mungkin memilikinya...
Tak Mungkin bagi dirnya untuk selalu menghibur dan menemani Jauhara, sedangkan dia tahu kerap terjadi pergolakan batin demikian hebatnya hingga menyesakkan dada...antara mendukung Jauhara untuk menemukan tambatan hatinya suatu waktu atau mengurung Jauhara dalam bingkai belenggu si Pemuda Nyleneh(karena si Pemuda jelas sangat mencintainya) dan mencegah Jauhara untuk menjauh dari dirinya...

Mungkin ini bukan akhir cerita yang baik, tapi inilah kehidupan...antara batas semu dan nyata.

Dua malam berikutnya...si Pemuda Nyleneh terlihat sudah asyik browsing di kamarnya...seperti kebiasaannya selama ini. Nampak segelas kopi hitam (hangat), sebungkus rokok Surya di atas meja...teman sejatinya selama ini yang selalu hadir menemani di kala kesendiriannya menjelajah malam seiring melumpuhnya waktu menjelang subuh.

Terlihat beberapa kali hp jadulnya bergetar seraya memberi tanda bagi pemiliknya..."Hoi Hoi...ada telpon masuk tuch dari cewek...masak gak diangkat.Goblok bener sich@!!!", batin si Hp jadul rupanya.
Si Pemuda Nyleneh hanya tersenyum sambil melirik layar hpnya..."oh dari Jauhara rupanya"...
Hanya itu reaksinya....tanpa mengangkat hp jadulnya seperti tak berhasrat sambil meneruskan browsing internetnya.

Tidak heran kenapa si Pemuda Nyleneh tidak mau mengangkat telponnya...
OH...Ternyata...satu jam sebelumnya si Pemuda Nyleneh sudah mengirimkan sms ke Jauhara...kurang lebih isinya ...
MAAFKAN AKU YA ..Jauhara...,MUNGKIN MALAM ITU ADALAH MALAM TERAKHIR PERTEMUAN KITA. TAK MUNGKIN AKU MENEMANIMU LAGI SEPERTI WAKTU ITU, AKU KATAKAN ITU HANYA UNTUK MENGHIBUR KESEDIHANMU.
AKU YAKIN KAMU AKAN MENEMUKAN  PRIA PUJAANMU SUATU SAAT NANTI...DAN ITU JELAS BUKAN AKU, KARNA AKU SUDAH ADA YANG PUNYA.
SEMAKIN LAMA AKU DEKAT DENGANMU HANYA AKAN MENGHIDUPKAN KEMBALI SGALA PERASAAN KITA 17 TAHUN YG LALU.
SEMAKIN LAMA AKU MENEMANIMU JUSTERU KAMU AKAN SULIT MENEMUKAN APA YG SEBENARNYA KAMU CARI...SUAMI BAGI KAMU DAN AYAH BAGI ANAKMU.
TAK BISA KUPUNGKIRI RASA CINTA DAN RINDUKU PADAMU BIKIN SESAK NAFAS DAN LEMAHNYA JANTUNGKU...KARNA AKU TAK BISA KEHILANGANMU..SAMA SEPERTI 17 TH YANG LALU.
MUNGKIN AKU KAN MENGHILANG SEPERTI MASA LALUMU...SUPAYA KAMU BISA HIDUP BAHAGIA MENJEMPUT TAKDIRMU BERSAMA PASANGANMU KELAK.
ATAU MUNGKIN TAKDIR KITA MEMANG SEPERTI INI??
BIARLAH KISAH CINTA INI KITA GANTUNGKAN BERSAMA DI LANGIT KE TUJUH ATAU DIKUBUR SEDALAM2NYA DI LAUTAN SAMUDRA TERDALAM AGAR MENJADI HIASAN INDAH DALAM LUBUK HATI KITA BERDUA.
CUKUPLAH CINTA PERTAMA.... ADALAH KENANGAN TERINDAH BAGI KITA BERDUA.





 










Baca Selengkapnya ....

Kisah Pemuda Nyleneh Part 13 (Belajarlah Selagi Kau Ingin...)

Posted by Global Com Kamis, 30 Agustus 2012 0 komentar

Belajarlah Selagi Kau Ingin



Di suatu sore sekitar 3 tahun yang lalu, seorang Bapak menelpon si Pemuda Nyleneh untuk segera datang ke rumahnya di daerah Jagir Sidomukti, Surabaya...menanyakan solusi untuk laptop anaknya yang tidak bisa booting masuk ke Windows.
Si Pemuda Nyleneh menyanggupi untuk datang ke rumahnya esok paginya karena banyak yang harus dikerjakan sore itu..."Ok Pak, saya kesana besok sore",kata si Pemuda Nyleneh bersemangat.

Dan keesokan paginya sampailah si Pemuda Nyleneh ke rumah yang dituju sesuai alamat yang di sms kan si 
Bapak.
Di pagar depan rupanya sudah menunggu anak seumuran SMP yang ternyata tuch anak sulung si Bapak.
Agresif nie anak..sekolah baru SMP, justeru dia sendiri nyiapin segelas teh hangat dan menaruhnya di meja tamu.
Dan di atas meja tamu sudah disiapkan rupanya laptop yang katanya trouble tsb.
Analisa awal...operating system Windows xp dah corrupt, Si Pemuda Nyleneh lebih memilih install ulang operating system daripada harus nge-repair..he he he(ternyata Si Pemuda masih suka nyari gampangnya aja).
si Bapak setuju dengan saran solusi dari si Pemuda Nyleneh, dan dia bilang,"Ok, Mas...install ulang aja dech"
Dan sejurus kemudian, si Pemuda Nyleneh pun sudah asyik menginstall ulang laptop si Bapak tanpa sadar di sebelahnya anak sulung si Bapak juga asyik melihat sambil merekam apa yang dilakukan si Pemuda Nyleneh.
"Ngapain juga sih liatin kerjaan orang,batin si Pemuda Nyleneh.
Sengaja aja dibiarkan tingkah polah si anak sampai akhirnya 30 menit kemudian, baru si Pemuda Nyleneh bertanya," Buat apa Dik, kok dari tadi bawa handycam segala...emang mo merekam wajah Saya yang ganteng ini ya...(berlagak PD).
"Bukan gitu Om,...nie kan buat diupload di youtube...sekalian belajar nginstall windows,gak papa kan??",jawab si anak sambil bertanya...(bingung ya)
"Oalah,gak bilang dari tadi..kan sekalian tak kasih tutorial aja , Dik". Om kan tadi bisa sambil pasang action juga he he he".balas si Pemuda Nyleneh, sambil menuliskan sesuatu di secarik kertas.
Si Pemuda Nyleneh sebenarnya paham betul klo si anak tsb sebenarnya berbakat dan berminat dengan sesuatu yang berhubungan dengan komputer...gerak-geriknya dah keliatan.
Memang selama 2 jam si anak rajin aktif bertanya terus...sampai-sampai si Pemuda Nyleneh kecapekan ngeladeni pertanyaannya. Dijawab capek, gak dijawab..bisa-bisa si anak kecewa trus lapor Bapaknya...walah.

Dua jam berlalu tak terasa...nginstallnya sih cepat,yang bikin lama ngeladeni ngobrol anak sulung Bapak yang masih SMP itu...weleh weleh.
Setelah si Bapak ngasih amplop ke saku si Pemuda Nyleneh, segeralah si Pemuda Nyleneh beranjak dari kursi dan pamit kepada tuan rumah...diikuti si anak sulung Bapak tsb.
Sampai di pagar,..sebelum pulang, si Pemuda Nyleneh menyelipkan secarik kertas di tangan si anak sulung tsb..sambil berkata,"Dik,kalo mo belajar lebih dan lebih lagi sering buka internet ya...itu guru tanpa batas.Kamu bisa jadi apapun yang kamu mau sesuai bakat dan kemampuanmu...."

Beberapa detik berlalu,...motor si Pemuda Nyleneh pun sudah berlalu hilang ditelan keramaian jalan....dan si anak yang masih duduk di kelas 1 SMP itu membaca secarik kertas yang ditulis si Pemuda Nyleneh.....tertulis jelas di situ...www.xcode.or.id





Baca Selengkapnya ....

Kisah Pemuda Nyleneh Part 12 (sekuntum bunga melati...harum nan menawan hati)

Posted by Global Com Rabu, 29 Agustus 2012 0 komentar

Sekuntum bunga melati...harum nan menawan hati




Dasar sableng!!!..Si Pemuda Nyleneh memang seorang petualang sejati sendirian melakukan perjalanan tanpa batas jarak,waktu dan volume.
Hobi beratnya bertualang di hutan virtual akhirnya membawa dia bertemu sekuntum bunga melati di tepi hutan dekat sebuah desa cukup terpencil di dunia virtual.


Bunga Melati itu ditemukannya dalam sebuah perjalanan wisata di dunia virtual, di antara kecepatan denyut dan hilir mudiknya arus data dalam sebuah jaringan.
Bunga melati itu dilihatnya begitu beda,begitu pula bagi si bunga melati saat memandang wajah si Pemuda dalam konteks virtual dan kecepatan arus data.
Membuat candu dalam diri bunga melati untuk selalu bertemu walaupun selalu terhalang jarak walau selalu dekat dalam jangkauan webcam.

4 tahun bukan waktu yang sebentar untuk membuat si bunga melati jatuh hati pada diri si Pemuda Nyleneh.
Meski si Pemuda sering mengabaikan dan menganggap si bunga melati layaknya teman bahkan adiknya sendiri, tapi tak menghalangi segumpal rasa yang masih terpendam di hati bunga melati.

" Apakah engkau tahu siapakah diriku sebenarnya??" tanya si Pemuda Nyleneh pada si bunga melati dalam suatu pertemuan di habitat real di sebuah hutan modern yang berbalutkan gedung pencakar langit.
Si Bunga melati hanya mengangguk sambil meneteskan air mata, karena sebenarnya dia sudah tahu jati diri si Pemuda nyleneh.

Bukan rasa marah yang ditumpahkan oleh si Pemuda Nyleneh justeru karena rasa sayangnya dia sehingga selalu membikin luka pada tangkai si bunga melati, agar si bunga segera menjauhinya dan melupakannya...
Di antara ratusan rasa cinta si Pemuda Nyleneh (karna sering ditolak cintanya oleh ratusan cewek), hanya cinta si bunga melati yang dirasanya tulus tanpa memandang kemiskinan  yang melekat pada tubuhnya.
Segera diraihnya bunga melati itu dielus dan dipeluknya seakan tak ingin lepas...meski akhirnya perjumpaan di dunia real akhirnya harus diakhiri karena bunga melati harus terbawa angin ke hutan lain yang jauh...jauh dari jangkauan si Pemuda Nyleneh yang tanpa batas/

"Glodak!!!',suara tikus di atas plafon kamarnya membangunkan si Pemuda dari lamunannya.Dilihatnya komputer di pojok ruangan juga masih menyala selama dia melamun hampir 2 jam lamanya.Rupanya malam sudah larut, tak terasa waktu berlalu dalam lamunan si Pemuda Nyleneh akan si Bunga Melati.

Dan di luar malam semakin larut...sepi senyap...dan di kamarnya si Pemuda Nyleneh masih belum tidur juga sambil matanya terus memandangi selembar foto post card dan flash disk yang berisi koleksi foto si bunga melati...tersenyum dan memeluk lembar foto itu seakan diri si bunga melati........

Dan ratusan km jauhnya dari kamar si Pemuda Nyleneh, hal serupa juga terjadi pada diri si bunga melati...ataukah sudah terjadi kontak batin sedemikian hebatnya ...entahlah.Biarlah waktu yang menjawabnya.




Baca Selengkapnya ....

Kisah Pemuda Nyleneh Part 11 (Datang tak diundang..Pulang Tak diantar,.."Wani Piro")

Posted by Global Com 0 komentar

Datang tak diundang..Pulang Tak diantar,.."Wani Piro"


Hobi Pemuda Nyleneh mungkin hal yang aneh bagi sebagian orang atau mayoritas ya>?

Sering pada saat perjalanan kanvas bersama sopir ke luar kota terutama di daerah Nganjuk, Kediri dan Tulungagung, si Pemuda Nyleneh selalu minta berhenti di tempat pesarean /makam keramat ataupun sendang yang banyak terdapat di daerah Kediri.
Bukannya percaya pada takhayul atau minta nomer togel he he he..tapi memang itu salah satu kesukaan yang mungkin tidak bisa tidak ..selalu dilakukan.
"Tujuanku ke sini bukan untuk nyari nomer togel..bukan nyari jodoh..bukan nyari pesugihan..tapi aku hanya ingin merasakan suasana sepi,senyap,nyaman yang tak kudapatkan di tempat lain..", kata si Pemuda Nyleneh suatu ketika pada saat sopirnya bertanya.

Dan seperti biasanya untuk menghilangkan penat di sekujur tubuh setelah mengunjungi beberapa grosir consumer goods di Nganjuk, Pemuda Nyleneh mengajak sopirnya mampir ke sebuah sendang/kolam pemandian yang berada di sekitar Kecamatan Ngadiluwih,Kediri....ritual apalagi nie??pikir si sopir hafal dengan kebiasaan si Pemuda.Beberapa saat kemudian...
"Byur byur..krosak krosak..,keheningan sendang pecah oleh debur air yang diseruakkan oleh tubuh si Pemuda Nyleneh yang asyik mandi sambil menggosok tubuhnya yang berkulit kuning dengan batu kali yang ada di pinggir sendang.
Kalo ini sih jangan berpikir yang aneh2 memang itulah kebiasaan si Pemuda tidak selalu puas mandi di kamar mandi,,lebih suka nyemplung di sendang atau mandi di air terjun he he he....

Dan malamnya setelah mereka berdua sampai di Mess Ngadiluwih..si Pemuda Nyleneh bermimpi cukup lama dan rupanya seperti berbicara sendiri entah dengan siapa???
Dalam mimpinya, si Pemuda Nyleneh didatangi sepasang suami isteri yang sudah sepuh."Assalamu alaikum, sapa sepasang suami isteri itu. Dan si Pemuda membalas uluk salam juga,"Walaikum salam Wr.Wb."
"Njenengan sinten Mbah?" tanya si Pemuda Nyleneh penuh keheranan.
Dan 2 orang pinisepuh itupun mengungkapkan jati dirinya..bahwasanya mereka utusan rajanya yang bernama Sawengan.
"Wonten punapa Njenengan mriki,Mbah?'' lagi lagi si Pemuda bertanya tanpa pikir panjang.ya iyalah lha wong lagi mimpi masak bisa mikir.
"Le..Den Bagus,Yen sliramu butuh pitulungan..jejeken lemah , seruen jenenge Sawengan.awakmu mesti ketulung."

Reflek saja si Pemuda Nyleneh menjejakkan kakinya berulang-ulang sambil berteriak "Sawengan Sawengan"
Dan tidak lama kemudian terdengar suara,"Aduh,..Glodak".......................................Dan si Pemuda Nyleneh terbangun tersadar dari mimpinya.Dan ketika melihat sebelahnya si Supir yang biasanya tidur di sebelah tidak ada..

"Waduh, lapo awakmu turu nang ngisor,Tri??' terkaget si PEmuda Nyleneh melihat supirnya ada di bawah dipan.
"Lha yok opo gak turu ngisor lha mbok jejek sak kuat kuate...Diamput,balas si supir saking sewotnya...
"Sepurone Tri, aku mau ngimpi he he he...seloroh si Pemuda Nyleneh sambil menarik tangan si supir.
"Mimpi basah ta>>kok sampai glodakan ngono,,si supir tanya penuh rasa heran.

Si Pemuda Nyleneh hanya terdiam sambil terus mengingat dan menelaah mimpi yang baru saja dialaminya.
"Mungkin awakku iki saking gantenge be'e sampek sampek Jin yo isok kecantol aku...weleh weleh,batin si Pemuda sambil berbaring meneruskan tidurnya lagi....

Di luar malam pun semakin larut...dan terus menyepi, hanya terdengar suara jangkrik yang bersahut-sahutan memecah kesunyian....Dan masih terlihat 2 sosok tua yang tersenyum dan memandang si Pemuda Nyleneh dari bawah rumpun bambu yang tumbuh di belakang rumah.Wallahualam.





Baca Selengkapnya ....