Kisah Pemuda Nyleneh Part 9 ( Tak Ada Periuk..Nasi Bungkus Sapu Tangan Jadilah)

Posted by Global Com Rabu, 29 Agustus 2012 0 komentar

Tak Ada Periuk..Nasi Bungkus Sapu Tangan Jadilah


Awal 1999 Pemuda Nyleneh bekerja sebagai sales di sebuah perusahaan rokok yang tidak begitu terkenal yang berkantor pusat di daerah Pasuruan.
Sesuai penempatan, mengharuskan Pemuda Nyleneh menjalani takdirnya berkeliling di sepanjang Kalsel sampai dengan perbatasan menggunakan mobil box bersama si supir.

Hari demi hari waktu begitu membunuh segala macam perasaannya untuk dicinta dan mencintai pujaan hatinya...hati dan pikirannya begitu penuh dengan target distribusi, target efective call dan omzet yang harus diembannya setiap bulannya...kasihan/
Hanya satu hal yang paling bisa menghiburnya saat harus mengunjungi toko2 yang berada agak masuk di pedalaman pasar di pinggir sungai yang mau tidak mau harus ditempuhnya bersama si sopir dengan menggunakan perahu bermotor maupun mobil box inventaris perusahaan.
Banyak hal alami maupun yang bernuansa supranatural yang mungkin tidak ditemuinya di Jawa, pulau kelahirannya.Atau cerita orang gak jelas tentang mitos di pedalaman.
Semua kejadian apapun selalu ditanggapi Pemuda Nyleneh dengan biasa saja sesederhana pikiran dan hatinya/

Pada suatu malam selesai perjalanan cukup melelahkan di perbatasan Kalteng, Pemuda Nyleneh dan supirnya berniat balik ke banjarmasin setelah sebelumnya beristirahat cukup lama di sebuah desa di pelosok.Suatu hal yang biasa bagi mereka berdua menghabiskan malam di perjalanan dan mungkin malam itu malam paling apes...
Tak bisa diramal dan diduga, ban mobil bocor di jalanan hutan...apes senter juga kebetulan ketinggalan di hotel seminggu kemarin.
Akhirnya dengan bantuan nyala korek api gas si sopir extra kerja keras mengganti dengan ban cadangan. Setelah satu jam barulah ban cadangan bisa dipasang.bukan pada gelapnya malam yang bikin pikiran was was,tapi dalam kondisi seperti itu yang paling dikhawatirkan cuman satu..ular.Jadi selama supir mengganti ban si Pemuda Nyleneh sering sering melihat ke belakang atau ke samping...takut ular juga nie orang.

Satu jam bersimbah keringat bikin perut keduanya keroncongan,buka box mobil lupa bawa mie dan alat masak(kompor parafin).Hanya ada sebungkus plastik beras yang lama ditaruh si sopir tiap kali perjalanan kanvas.
Tak guna berputus asa,si sopir mengambil beras itu dan mencuci sekedarnya dengan air mineral.setelah itu dibasahinya dua lembar saputangan milik dia dan si Pemuda Nyleneh,kemudian membungkus beras itu dalam dua lembar sapu tangan.

Dengan cekatan si supir menggali tanah dan memasukkan dua bungkus nasi yang terbungkus kain sapu tangan itu.diraihnya beberapa ranting kayu kering di hutan dan membakarnya dengan cepat di atas gundukan tanah yang berisi dua nasi bungkus ala saputangan.
Pemuda Nyleneh mengernyitkan dahi dan berpikir ...Hebat juga nie si sopir, ada aja akalnya buat ngisi perut lapar..weleh weleh.

Setengah jam berselang, si supir memberi isyarat bahwa nasi bungkus udah matang,segeralah dia membongkar gundukan tanah itu menjumput 2 nasi bungkus itu dengan telunjuk dan ibu jarinya(maklum masih panas..)/

 
Tanpa banyak cakap si supir langsung menghidangkan nasi bungkus di depan si Pemuda Nyleneh,..."Ayo mas dicoba aja,pasti enak kok.
Saking laparnya si Pemuda langsung menyantap nasi bungkus itu dan memakan dengan lahapnya sambil terus terheran,..Kok bisa Ya???

Baca Selengkapnya ....

Kisah Pemuda Nyleneh Part 8 (akibat misscommunination...hampir di parang ama orang)

Posted by Global Com 0 komentar

Akibat misscommunication...hampir di parang ama orang



Kejadian ini dialami Pemuda Nyleneh pada saat masih berpetualang di Bali th 2000.
Pada suatu hari tim riset harus melakukan survey di daerah Gianyar,Bali.
Karena capeknya berkeliling naik motor di sekitar Kabupaten Gianyar. Pemuda Nyleneh dan seorang teman se tim mencari tempat istirahat melepas lelah.

Mencari warkop yang pas kayaknya kok agak sulit juga jadi akhirnya 2 orang ini beristirahat di di depan sebuah bangunan.Si teman rupanya punya kebiasaan buruk kalau tertawa tidak bisa dikontrol..tertawa terbahak bahak pada saat asyik bergunjing kelakuan si bos yang kalau tidur suka ngelindur...mulai dari selingkuhan sampai yang lainnya. Saking kerasnya tak tersadar kalau bangunan yang di depan tuch pura...dan kebetulan di samping pura ada beberapa warga berkumpul atau ada kegiatan.

 Seorang pemuda setempat lewat dan dengan sopannya menanyakan tujuan dan kepentingan berhenti di depan pura.Dan seorang lagi membawa parang (entah dengan tujuan apa) menaruh parangnya tepat di atas motor kami..Aduh,,si teman takut bukan main...merasa salah dan salah tingkah...dan akhirnya si Pemuda Nyleneh minta maaf berulang kali kepada beberapa pemuda setempat yang kebetulan lewat di depan motor.Emang salah si teman sich...abis ketawa gak ada sopannya bikin ganggu orang ajah...
Tanpa ba bi bu lagi Pemuda Nyleneh dan temannya segera beranjak dari depan pura...walah.

Kesimpulannya : Kalau tertawa mulut jangan dimonyongkan...nanti mirip kera.Kalau tertawa jangan keras-keras ...berisik tau!!!!

Baca Selengkapnya ....

Kisah Pemuda Nyleneh Part 7 ( Bencilah temanmu seperti engkau benci musuhmu )

Posted by Global Com 0 komentar

Bencilah temanmu seperti engkau benci musuhmu



"Bencilah temanmu seperti engkau benci musuhmu", mungkin ini salah satu motto atau semboyan nyleneh si Pemuda Nyleneh yang bikin bingung.

Alkisah, 10 tahun lalu di saat Si Pemuda berkelana di daerah Nusa Dua, Bali...sebagai seorang tim pemburu hantu..eh salah ding...tim survey/riset di sebuah perusahaan consumer goods cukup bonafit yg berkantor pusat di Jakarta.
1 tim survey terdiri dari 10 anak muda yang cukup berbakat..tidak termasuk si Pemuda Nyleneh (lha wong cuman lulus SD kok berbakat). Mess tim survey hanyalah sebuah bangunan cukup besar dan hanya dilengkapi alat komunikasi yang mampu bekerja di frekwensi 144 sampai 800 Mhz (gak canggih ternyata) beserta tower pemancar setinggi 25 meter (lha masih tinggi tower smart nie). Bekerja secara real time jauh dari sanak saudara dan pacar membuat 10 orang ini semakin akrab.Tapi tidak halnya dengan Si Pemuda Nyleneh, saat 9 temannya asyik main catur dan kartu...dia malah sering cangkruk di warkop sebelah mess dan pulang klo jam 11 mlm..ngapain aja nie anak,pikir teman-temannya.
9 temannya sendiri heran dan bertanya2 ada apa gerangan????weleh weleh.

Rutinitas si Pemuda berjalan sampai 2 bulan kemudian...sampai sebuah kejadian akhirnya memusnahkan rasa penasaran dan tanda tanya seluruh teman-temannya.

Satu bulan sebelum rencana kepulangan tim riset/survey karena pekerjaan sudah selesai...terjadi sebuah musibah kecelakaan yang menimpa salah satu tim riset..tewas tertabrak mobil.Sudah bisa diduga, karena hubungan sudah akrab senasib sepenanggungan... meledaklah tangis seluruh teman-temannya begitu mendapat kabar dari RS dan Polisi.
Sampai-sampai ember gak cukup buat nampung seluruh tangis 8 orang ini...kok cuman 8????Heran???
Dari 9 orang hanya 1 orang yang tak menangis....hanya Si PEmuda Nyleneh.
Padahal teman yang meninggal itu teman sekamar Si PEmuda Nyleneh...weleh wleh kejam nian dikau...

Beberapa saat kemudian setelah tangis mereda...mulut Si Pemuda Nyleneh hanya menggumam, "Ikhlaskan kepergian teman kita...friend..boleh nangis asal jangan keterusan"
Boleh kita mencintai dan sayang kepada teman asal jangan berlebihan
Boleh kita tertawa asal tak sampai mulut monyong tak karuan
Boleh kita gembira asal tetap ingat sama yang sedih
Boleh lah kita bersedih asal tak terlalu larut dalam suasana...
Itulah Kenapa aku tak selalu ikut pada saat kalian bersenda gurau di mess...atau bergunjing membicarakan kelakuan bos kita yang asal suruh atau tak pernah ikut main kartu...aku malah asyik pergi ke warkop di sebelah, lha soalnya di warkop tuch ada cewek sexy nya...Sayang kan kalo keindahan Tuhan harus diabaikan..he he he.,masih sempat juga Si Pemuda mbanyol tak karuan..

" Bukannya aku benci pada kalian,..tapi aku hanya ingin menjaga hatiku ini bila suatu saat kalian kehilangan aku atau aku kehilangan salah satu dari kalian...aku tak ingin bersedih karena kehilangan satu atau lebih teman..."

Terdengar sirine ambulance masuk halaman mess, dan dengan sigapnya Si Pemuda Nyleneh berhambur ke halaman depan mess ..membuka pintu belakang ambulance menyambut jenasah teman sekamarnya yang sebenarnya dia pun sangat menyayangi seperti adiknya sendiri...

Baca Selengkapnya ....

Kisah Pemuda Nyleneh Part 6 ( Cintamu Sepanjang Tali Rafia )

Posted by Global Com 0 komentar

Cintamu Sepanjang Tali Rafia

Pemuda Nyeneh bukannya seorang petualang bangkotan yang gemar berkelana memakai ransel kumuh berisi laptop dan peralatan canggih di dalamnya,.. di masa remajanya dia pun seorang petualang cinta ( jangan buruk sangka dulu )?!!

Dia pun mudah berpindah hati dari satu gadis ke gadis lainnya...weleh weleh kayak ngontrak rumah aja...
Coba resapi baik2 kalimat berikut ini...petualang cinta maksudnya sih mungkin sering ditolak cintanya oleh hampir semua cewek sepanjang usianya he he he. Dan mudah berpindah hati dari satu gadis ke gadis lainnya..apa mungkin??

Mungkin yang dimaksud karena seringnya ditolak cewek jalan satu-satunya untuk mengisi hatinya yang sepi kering kerontang hanyalah mencari peruntungan pada nasib baik dengan naksir cewek lainnya...
Kacian deh ... tapi begitulah kisah cinta si Pemuda Nyleneh..meski wajah pas-pasan, dompet pas-pasan pokoknya segala serba pas-pasan, semangat si Pemuda perlu kita teladani ( atau perlu dikasihani ya??? )Tak mudah patah arang.

Pernah juga dia naksir cewek dan si cewek tak bertepuk sebelah tangan...gayung cinta bersambut. Tapi itupun tak bertahan lama hanya karena si cewek lebih suka pantengin cowok cakep dan cowok berkepribadian...maksudnya punya mobil pribadi, rumah pribadi, deposito pribadi dan semua lengkap dech weleh weleh.

Hanya dalam hitungan 4 minggu atau genap 1 bulan si cewek tak pernah telp si Pemuda Nyleneh lagi, padahal si Pemuda kayaknya jatuh cinta banget...lagi-lagi kasihan dech.
Tapi si Pemuda emang cowok gentle,,,,benar benar gentle atau pasrah???? Sambil berbisik ke laptop kesayangannya dia berbisik, " Cintamu Sepanjang Tali Rafia...sebentar putus bisa disambung lagi...kalo terlalu kencang juga putus lagi..."

Rupanya si Pemuda udah capek menyambung tali rafia itu...dan skrg membiarkannya teronggok di ujung kamarnya yang pengap.Titik tanpa tanda koma




Baca Selengkapnya ....